MAKALAH
PENDIDIKAN KARAKTER
“KEKUATAN PIKIRAN”
.
DISUSUN
OLEH :
KELAS
SI.12
‘KELOMPOK 3’
Ø MUH.
ALFIAN ASMAR 20142105075
Ø
MUHAMMAD NURCHOLIS 20142105060
Ø
M FAHMI FACHURRAHMAN 20142105063
Ø
PRIYO ABDI WIBOWO 20142105055
Ø PRAYUDHA
BIMA 20142105084
SEKOLAH
TINGGI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN KOMPUTER
STMIK AKBA
MAKASSAR
2014
Alhamudulillah, Senantiasa kita bersyukur kehadirat
Allah SWT atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya yang tak pernah henti
terus kita rasakan.
Makalah berjudul “Kekuatan Pikiran” ini kami susun untuk memenuhi tugas kelompok
dalam Mata Kuliah Pendidikan Karakter. Makalah ini membahas tentang otak
manusia dan kekuatan yang sangat besar yang dimiliki oleh otak kita, sehingga
kita bisa lebih tahu bahwa kita memiliki otak yang luar biasa dengan kekuatan
yang meungkin tidak pernah kita sangka sebelumnya.
Terima kasih atas kerjasama teman-teman yang turut
membantu kami untuk dapat menyelesaikan makalah ini, semoga usaha teman-teman
dan usaha kami mendapat balasan yang baik dari-Nya.
Dengan
hadirnya makalah ini kami berharap dengan sangat bahwa apa yang telah kami
susun bersama ini dapat memberikan manfaat untuk pembaca. Dan tak lupa saran
dan kritik yang membangun selalu ingin kami dengar melayang-layang ditelinga
kami agar kami dapat terus memperbaiki makalah yang masih jauh dari
kesempurnaan ini.
Makassar, 09
Desember 2014
Kelompok
3
Berdasarkan fitrah Allah, manusia
memiliki tiga potensi, yaitu Al-Jasad (jasmani), Al-Aql (akal)
dan Ar-Ruh (ruhani). Islam menhendaki ketiga dimensi tersebut berada
dalam keadaan seimbang, memberikan sesuai haknya tanpa penambahan dan
pengurangan. Karena Allah memerintahkan untuk menegakan neraca keseimbangan
(Q.S. 5: 7-9).
Yang membedakan antara manusia
dengan makhluk lainnya adalah akal. Dengan akal manusia dapat membedakan mana
yang baik dan mana yang salah. Akal juga dapat membantu manusia dalam berpikir.
Pemenuhan kebutuhan akal yaitu dengan ilmu pengetahuan, oleh karena itu Allah mewajibkan
kepada setiap hambaNya untuk menuntut ilmu.
Akal berhubungan dengan otak,
struktur otak manusia berbeda dengan makhluk lainnya. Otak manusia dirancang
oleh Allah SWT dengan sempurna sehingga manusia memiliki daya pikir yang tak
terbatas yang tidak bisa dilakukan oleh makhluk lainnya. Oleh karena itu otak
merupakan salah satu potensi manusia yang sangat penting dan harus diberi
asupan dengan baik dan benar.
Berdasarkan uraian pada latar
belakang, maka yang menjadi perumusan masalah adalah :
- Bagaimanakah otak manusia itu sehingga menjadi hal yang
sangat luar biasa?
- Bagaimana dan kapan kecerdasan berkembang?
- Seperti apakah cara berpikir otak?
- Faktor-faktor apa sajakah yang dapat mempengaruhi
inteligensi seseorang?
Makalah ini disusun untuk:
- Memenuhi Tugas Kelompok Mata Kuliah Pendidikan
Karakter.
- Mengetahui tentang otak manusia
- Mengetahui perkembangan kecerdasan
- Mengetahui cara berpikir otak
- Mengetahui faktor-faktor yang yang dapat mempengaruhi
inteligensi seseorang
Otak manusia adalah suatu organ yang
beratnya sekitar 1,5 kg atau 2% dari berat tubuh dan dioperasikan dengan bahan
bakar glukosa dan oksigen. Saat bayi dilahirkan, otaknya telah berukuran ¼ dari
ukuran otak orang dewasa. Otak menyerap sekitar 20% suplai oksigen yang beredar
di dalam tubuh manusia. Semua manusia sejak lahir telah memiliki
100.000.000.000 (seratus miliar) sel otak aktif dan didukung oleh
900.000.000.000 (sembilan ratus miliar) sel pendukung lainnya. Jadi, toatalnya
ada 1 triliun sel otak. Bandingkan dengan lebah yang hanya memiliki 7 ribu sel
otak, lalat buah 100 ribu, tikus 5 juta, dan monyet 10 miliar.
Dengan jumlah sel otak yang hanya
berjumlah 7.000, lebah dapat mencari madu, pulang ke sarangnya, dan memberi
tahu teman-temannya tentang lokasi madu tersebut. Lebah dapat terbang ke sana
kemari tanpa perlu membaca peta dan mereka tidak pernah tersesat. Selain itu,
lebah juga membentuk suatu koloni dan ada pembagian tugas di antara mereka. Ada
lebah pekerja, ada lebah yang bertugas merawat ratu lebah dan anak-anak lebah,
dan ada lebah tentara yang bertugas melindungi srang lebah dari serangan
makhluk asing. Hanya dengan 7.000 sel otak, lebah sudah sedemikian hebatnya.
Berbeda dengan lebah, manusisa
diberi otak yang sedemikian luar biasa kemampuannya. Akan tetapi, ini barulah
potensi. Potensi ini harus dikembangkan. Meskipun memiliki jumlh sel otak yang
sangat banyak, ini bukanlah jaminan seseorang dapat menjadi makhluk yang cerdas.
Kecerdasan seseorang sebenarnya tergntung pada seberapa banyak koneksi yang
terjadi di antara setiap sel otak tersebut. Setiap sel otak memiliki
kemungkinan koneksi dari 1 hingga 20.000 koneksi. Jadi, bisa dibayangkan betapa
besar potensi yang dimiliki oleh manusia. Koneksi antarsel otak akan terjadi
bila seseorang menggunakan dan melatih otaknya. Semakin sering seseorang
menggunakan dan melatihnya maka semakin banyak terjadi koneksi. Koneksi hanya
akan terjadi bila seseorang dapat menciptakan arti pada apa yang telah
dipelajari.
Teori otak Triune pertama
dicetuskanoleh Dr.Paul MacLean. Di dalam kepala manusia terdapat tiga macam
otak yang berkembang sesuai dengan tahap evolusi manusia. Perkembangan terjadi
secara bertahap, muli dari otak reptil (Batang otak), otak mamalia (sistem
limbik) dan Neokorteks (otak berpikir).
Yang pertama dalam perkembangan
evolusi adalah batang atau otak reptil. Manusia mempunyai unsur-unsur yang sama
dengan reptilia; inilah komponen kecerdasan terendah dari spesies manusia.
Bagian otak ini bertanggung jawab atas fungsi-fungsi motor sensor-pengetahuan
tentang realitas fisik yang berasal dari panca indra.
Perilaku yang ada dalam otak reptil
berkaitan dengan insting mempertahankan hidup, dorongan untuk mengembangkan
spesies. Perhatiannya adalah pada makanan, tempat tinggal, reproduksi, dan
perlingungan wilayah. Ketika manusia merasa tidak aman, otak reptil ini spontan
bangkit dan bersiaga atau melarikan diri dari bahaya. Inilah yang disebut reaksi
“hadapi atau lari”. Pada masa-masa perkembangan awal manusia, inilah reaksi
yang merupakan keharusan. Sayangnya, jika otak reptil ini dominan, kita tidak
dapat berpikir pada tingkat yang sangat tinggi.
Disekeliling otak reptil ini terdapt
sistem limbik yang sangat kompleks dan luas, atau otak mamalia. Dalam istilah
evolusioner, sistem ini sangat canggih dan merupakan bagian yang juga dimiliki
semua mamalia. Sistem limbik ini terletak di bagian tengah dari otak manusia.
Fungsinya bersifat emosional dan kognitif; yaitu ia menyimpan perasaan,
pengalaman dan kemampuan yang ada dalam memori manusia. Selain itu, sistem ini
uga mengndalikan bioritme manusia, seperti pola tidur, lapar, haus, tekanan
darah, detak jantung, gairah seksual, temperatur dan kimia tubuh, metabolisme,
dan sistem kekebalan.
Sistem limbik ini jelas merupakan
bagian yang penting dalam mempertahankan kehidupan manusia. (kenyataan bahwa
bagian otak yang mengendalikan emosi manusia juga mengendalikan semua fungsi
tubuh manusia menjelaskan mengapa emosi manusia dapat secara langsung
memperngaruhi kesehatan manusia) Sistem limbik asalah panel kontrol utama
manusia yang menggunakaninformasi dari indra penglihatan, pendenganran, sesasi
tubuh-dan yang tak begitu sering, indra peraba dan penciuman sebagai input-nya.
Kemudian, informasi tersebut didistribusikan ke bagian pemikir di dalam otak
manusia yaitu neokorteks.
Neokorteks terbungkus di sekitar
bagian atas dan sisi-sisi sistem limbik, yang membentuk 80% dari seluruh materi
otak. Bagian otak ini merupakan tempat bersemayamnya kecerdasan manusia. Inilah
yang mengatur pesan-pesan yang diterima melalui penglihatan, pendengaran, dan
sensasi tubuh manusia. Proses yang berasal dari pengaturan ini adalah
penalaran, berpikir secara intelektual, pembuatan keputusan, perilaku waras,
bahasa, kendali motorik sadar, dan ideasi (penciptaan gagasan) nonverbal.
Dalam neokortekslah semua kecerdasan
yang lebih tinggi berada, yang membuat manusia unik sebagai spesies. Psikolog
Dr.Haward Gardner telah mengidentifikasi berbagai kecerdasan khas atau
“cara-cara mengetahui” yang dapat dikembangkan pada manusia. Diantara
kecerdasan-kecerdasan ini adalah kecerdasan linguistik, metemetika,
visual/spasial, kinestetik/persa, musik, antarpribadi.
Mungkin kecerdasan tertinggi dan
bentuk terbaik dari pikiran yang kreatif adalah intuisi. Intuisi adalah
kemampuan untuk menerima atu menyadari informasi yang tidak dapat diterima
kelima indra manusia. Kemampuan ini sangat kuat pada anak-anak antara usia
empat dan tujuh tahun. Sering kali kemampuan ini ditkan dan dihentikan
olehorang-orang berkuasa yang memandangnya sebagai perilaku irasional. Orang
hawatir dengan intuisi karena mereka pikir intuisi bisa menghalangi pemikiran
rasional. Sebenarnya, intuisi justru berdasarkan pada pemikiran yang rasional
dan tak dapt berfungsi tanpanya.
Semua kecerdasan yang lebih tinggi,
termasuk intuisi, ada dalam otak sejak lahir. Dan selama lebih dari tujuh tahun
pertama kehidupan, kecerdasan ini dapat disingkapakan jika dirawat dengan baik.
Agar kecerdasan-kecerdasan ini
terawat secara baik, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi:
- Struktur saraf bagian bawah harus cukup berkembang agar
energi dapat mengalir ke tingkat yang lebih tinggi.
- Anak harus merasa aman secara fisik dan emosional.
- Harus ada model untuk memberikan rangsangan yang wajar.
Marilah kita melihat masa-masa
perkembangan kecerdasan ini. Kemampuan libguistik muncul ketika manusia masih
dalam rahim. Seorang anak tidak diajarkan bahasa ibunya; jika ibunya mempunyai
kemampuan berbicara, maka ia tak dapat menghalangi anaknya untuk belajar
berbicara. Nyatanya, jika seorang anak selalu mendengar suatu bahasa setiap
saat selama tujuh tahun pertama hidupnya, maka kecerdasan linguistiknya akan menjadi
aktif.
Dalam tahun-tahun pertama kehidupan,
fungsi motor sensorik bekerja. Hal ini dicapai
melalui kontak langsung oleh anak dengan lingkungannya, dengan interaksi
terus-menerus dengan ibunya dan benda-benda di dunia sekitarnya. Ketika seorang
bayi memasukan sesuatu ke dalam mulutnya, dan mendekatkannya ke hadapan cahaya,
dan memukulkannya pada benda lain, berarti ia sedang belajar tentang benda itu
dengan satu-satunya cara yang mungkin pada saat itu-melalui pancaindra.
Pada usia satu
atau dua tahun, otak motor sensorik sudah cukup berkembang, dan anak
tersebut melangkah ke tahap perkembangan berikutnya. Terjadi peningkatan luar
biasa dalam jalinan-jalinan neuron, dan ketika sistem emosional kognitif mulai
bekerja, perilaku bayi berubah hampir dalam satu malam. Perilaku baru ini
umumnya dikenal sebagai “dua tahun yang mengerikan” (the terrible twos)
dan mengkhawatirkan orangtua di seluruh dunia. Namun, pertimbangkanlah hal ini
adalah penting bahwa anak melewati perkembangan emosional ini supaya dapat
mencapai tingkat pemikiran yang lebih tinggi dalam neokorteks.
Pada tahap ini, selain berkembang
secara emosional, anak sedang bersiap untuk perkembangan intelektual yang lebih
tinggi melalui bermain. Menirukan, membacakan cerita, dan aktivitas bermain
yang imajinatif lainnya adalah cara-cara anak mengembangkan kemampuan metaforis
dan simbolis yang merupakan dasar dari semua pendidikan yang lbeih tinggi.
Pada usia empat
tahun, struktur neuro motor sensorik dan kognitif emosional berkembang
80%. Setelah itulah alam berpengaruh mengalirkan energi untuk bergerak ke cara
berpikir yang lebih tinggi. Inilah waktunya ketika kecerdasan lain terbuka
untuk perkembangan. Jika anak merasa terancam atau tidak ada contoh, maka
kecerdasan-kecerdasan in pada akhirnya akan mandek pada usia sekitar tujuh
tahun.
Pada anak yang telah dirawat dengan benar,
banyak proses pemikiran yang lebih tinggi dapat berbentang dan berkembang
dengan menggembirakan dan mulus. Pada tahp ini, otak motor sensorik (reptil)
berkembang sehingga mampu mengaktifkan autopilot (bawah sadar), yang
bergerak hanya ketika ada bahaya. Sistem limbik juga sangat berkembang dan
terus memonitor keamanan psikologi dan kesehatan emosional. Ketika anak sehat
secara emosional, maka ia bebas menggerakkan bagian neokorteks yang lebih
tinggi.
Neokorteks terdiri dari
12-15 juta sel saraf, yang disebut neuron. Sel-sel ini dapat berinteraksi dengan sel-sel
lain melalui vibrasi di sepanjang cabang-cabang, yang disebut dendrit.
Masing-masing neuron dapat berinteraksi dengan neuron-neuron di sekitarnya yang
berarti bahwa terjadi interaksi yang potensial antara sel-sel dalam satu otak
manusia daripada atom-atom di seluruh alam semesta. Interaksi-interaksi ini
juga menentukan kemampuan manusia untuk belajar.
Ilmuan peneliti otak, Dr.Marian
Diamond, telah menhabiskan waktu tiga puluh tahun mengadakan rangkaian
percobaan pada otak. Kesimpulannya adalah : pada umur berapa pun sejak lahir
hinga mati, adalah mungkin untuk meningkatkan kemampuan mental seseorang
melalui rangsangan lingkungan. Karyanya menunuk pada kenyataan bahwa sejauh
menyangkut otak, ungkapan lama “gunakan atau hilangkan saja”, adalah nasihat
yang sangat baik. Semakin terangsang otak seseorang dengan aktivitas
intelektual dan interaksi lingkungan, semakin banyak jalinan yang dibuat antara
sel-sel.
Selain terdiri atas tiga bagian
otak, yaitu otak reptil, otak mamalia, dan otak neokorteks, otak manusia
terbagi lagi menjadi dua belahan atau hemisfer,
yaitu hemisfer kiri dan hemisfer kanan. Setiap hemisfer mempunyai fungsi yang berbeda, tetapi saling mendukung. Hal ini
pertama ditemukan oleh pemenang hadiah Nobel, Roger Wolcott Sperrry,Ph.D.
Hemisfer kiri dan hemisfer kanan ini dihubungkan dengan satu jembatan
komunikasi yang disebut corpus collosum, yang terdiri atas sekitar
100.000.000. (seratus juta) sel otak. Pada umumnya seseorang diberi tahu bahwa
setiap hemisfer atau belahan otak mengatur 50% dari setiap bagian tubuh. Hemisfer kiri mengatur bagian tubuh sebelah kanan, sedangkan
hemisfer kanan mengatur bagian tubuh sebelah kiri, namun hasil
penelitian Dr.Iacciano menunjukan bahwa hemisfer kiri ternyata memainkan peran
yang lebih besar tanpa melihat posisi tubuh yang diatur.
Proses berpikir otak kiri bersifat logis, sekuensial, linear, dan rasional. Sisi ini
sangat teratur. Walaupun berdasarkan realitas, ia mampu melakukan penafsiran abstrak dan simbolis. Cara
berpikirnya sesuai untuk tugas-tugas teratur ekspresi verbal, menulis, membaca,
asosiasi auditorial, menempatkan detail dan fakta, fonetik, serta simbolisme.
Cara berpikir otak kanan bersifat acak, tidak teratur, intuitif, dan holistik.
Cara berpikirnya sesuai dengan cara-cara untuk mengetahui yang bersifat
nonverbal, seperti perasaan dan emosi, kesadaran yang berkenaan dengan perasaan
(merasakan kehadiran suatu benda atau orang), kesadaran spasial, penenalan
bentuk dari pola, musik, seni, kepekaan warna, kreativitas dan visualisasi.
Kedua belahan otak penting artinya.
Orang yang memanfaatkan kedua belahan otak ini juga cenderung “seimbang” dalam
setiap aspek kehidupan mereka. Belajar terasa sangat mudah bagi mereka karena
mereka mempunyai pilihan untuk menggunakan bagian otak yang diperlukan dalam
setiap pekerjaan yang sedang dihadapi. Karena sebagian besar komunikasi
diungkapkan dalam bentuk verbal atu tertulis, yang keduanya merupakan spesialisasi
oatak kiri, bidang-bidang pendidikan, bisnis, dan sains cenderung berat ke otak
kiri.
- OTAK KIRI
- Otak ini mempunyai fungsi dan cara belajar yang
khusus, yaitu:
- menyukai hal-hal yang berurutan;
- belajar maksimal dari hal-hal yang bersifat detail
terlebih dulu kemudian ke hal-hal yang bersifat global (umum);
- menyukai sistem membaca yang berdasarkan fonetik;
- menyukai kata-kata, simbol, dan huruf;
- menyukai sesuatu yang terstruktur dan dapat
diprediski;
- mengalami lebih banyak fokus internal;
- ingin mengumpulkan informasi yang faktual.
- OTAK KANAN
- Otak ini mempunyai fungsi dan
cara belajar yang khusus, yaitu:
- lebih menyukai hal-hal yang
bersifat acak;
- belajar maksimal dari hal-hal
yang bersifat global terlebih dulu kemudian ke hal-hal yang bersifat detail;
- lebih menyukai sistem membaca
yang bersifat menyeluruh (whole language);
- menyukai gambar dan grafik;
- lebih suka melihat terlebih
dulu atau mengalami sesuatu;
- ingin mengumpulkan informasi
mengenai hubungan di antara berbagai hal;
- lebih menyukai lingkungan
belajar yang bersifat spontan dan alamiah;
- mengalami lebih banyak fokur
eksternal;
- menginginkan pendekatan yang
bersifat terbuka, baru, dan memberikan kejutan-kejutan yang menantang;
Selama ini orang beranggapan bahwa otak kiri adalah otak yang bersifat logika, sedangkan
otak kanan berkaitan erat dengan kreativitas. Hasil penelitian terakhir
membuktikan bahwa pandangan ini salah. Otak kiri dapat menjadi otak yang
kreatif. Hal ini dibuktikan dengan hasil karya Dr. Edward De Bono yang
mencetuskan Lateral Thinking (berpikir lateral) pada tahun 1970. Dengan
menggunakan metode yang diajarkan oleh Dr.Edward De Bono, orang bisa menjadi
sangat kreatif dengan menggunakan otak kirinya. Penyelesaian masalah dengan
menggunakan pendekatan atau metode berurutan (sekuensial) dan dengan
menggunakan otak kiri ternyata juga memberikan solusi yang sama kreatifnya
seperti bila menggunakan otak kanan.
Pandangan umum lainnya yang ada di
masyarakat kita bahwa musisi seniman adalah orang yang dominan menggunakan otak
kanannya, ternyata juga kurang tepat. Seniman atau pelukis dalam melakukan
kegiatan melukis ternyata juga banyak melibatkan otak kiri mereka. Memang benar
bahwa ide-ide kreatif mereka berasal dari otak kanan, tatapi dalam memilih
warna, melukis bentuk gambar yang simeteris, mencampur warna, dan memilih bahan
baku lainnya ternyata mereka mengikuti suatu urutan logika yang semua itu
merupakan kegiatan otak kiri. Demikian juga musisi. Alhi musik bila
mendengarkan musik akan memproses musik itu dengan otak kiri karena hal yang
pertama mereka lakukan adalah menganalisis musik tersebut. Sementara itu, orang
awam bila mendengarkan musik akan langsung menggunakan otak kanannya karena
merka menikmati musik itu.
Hasil penelitian terkahir
dengan menggunakan teknologi pemindai PET (positron emmission tomography)
menunjukan bahwa bila seseorang meras tertekan atau stres, yang akan lebih
aktif adalah otak kanannya. Adapun
bila seseorang merasa gembira dan
optimis tentang masa depan dan hidupnya, otak kiri akan lebih aktif.
Jika para siswa diajari cara efektif untuk memproses perasaan atau
kejadian-kejadian yang negatif, waktu belajarnya akan dapat dioptimalkan.
Optimisme akan timbul bila seseorang menguasi cara penyelesaian masalah dan juga
bila seseorang menglami suatu rasa diterima dan dicintai. Karena itu, gunakan
dan ajarkanlah teknik visualisasi dan penetapan tujuan (goal-setting),
skenario penyelesaian masalah, studi kasus dan mengerjakan latihan yang
membutuhkan pemikiran logis, brain-storming, dan mind-mapping
(pemetaan pikiran). Jadi, sebenarnya manusia tidak bisa bila hanya menggunakan
satu belahan otak pada saat berpikir atu mengerjakan sesuatu. Untuk bisa
mencapai hasil pembelajaran yang maksimal, seseorang harus mengoptimalkan
penggunaan kedua belahan otaknya, yaitu otak kiri dan otak kanan secara
bersamaan.
Kemampuan otak kiri dan kanan
berkaitan erat dengan kemampuan inteligensi anak yang merupakan salah satu
aspek aktual untuk dibicarakan dalam dunia pendidikan. Keaktualan itu
dikarenakan inteligensi adalah unsur yang ikut memengaruhi keberhasilan belajar
anak didik. Menurut ahli psikologi William Stern (dalam Suharsimi, 1990:96),
inteligensi merupakan daya untuk menyesuaikan diri secara mudah dengan keadaan
baru dengan menggunakan bahan-bahan pikiran yang ada menurut tujuannya.
Whitherington (1984:198) mengatakan bahwa seseorang dikatakan inteligen apabila
ia mempunyai kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan cepat tanpa mengalami
suatu masalah. Itu berarti seseorang yang sukar beradaptasi dan banyak
mengalami masalah dikatakan tidak inteligen. Konsep kedua ahli ini barangkali
belum memberikan pemahaman lebih jauh mengenai inteligensi. Karena itu, konsep
berikut akan memberikan gambaran lebih jelas.
- The ability to meet an adapt to novel situations
quickly an effectively
(kemampuan memenuhi dan mengadopsi situasi baru dengan cepat dan efektif).
- The ability to utilize abstract concepts effectively (kemampuan menggunakan konsep abstrak dengan efektif).
- The ability to grasp relationship quickly (kemampuan memperoleh hubungan/ relasi dengan cepat)
Jadi, dapat dipahami bahwa inteligensi adalah kemampuan
untuk memahami dan beradaptasi dengan situasi yang baru dengan cepat dan
efektif, kemampuan utnuk menggunakan konsep yang abstrak secara egektif, dan
kemampuan untuk memahami hubungan dan mempelajarinya dengan cepat. Dalam rangka
mengetahui tinggi rendahnya inteligensi seseorang, dikembangkanlah instrumen
yang dikenal dengan istilah “tes inteligensi”, sedangkan gambaran mengenai
hasil pengetesan kemudian dikenal dengan intelligence quotient,
disingkat dengan IQ.
Menurut hasil penyelidikan,
persentase orang yang genius dan idiot sangat sedikit,
sedangkan yang terbanyak adalah yang normal (biasa). Genius adalah sifat
pembawaan luar biasa yang dimiliki seseorang sehingga ia mampu mengatasi
keccerdasan orang-orang biasa dalam bentuk pemikiran dan hasil karya. Adapun
idiot (pandir) adalah penderita lemah otak, yang hanya memiliki kemampuan
berpikir setingkat dengan kecerdasan anak yang berumur tiga tahun (Mursal,
1981: 68). Setiap anak memilki inteligensi yang berlainan. Dalam perbedaan itu
dirasakan ada kesulitan untuk mengetahui dengan ukuran yang tepat mengenai
tinggi rendahnya inteligensi seorang anak sebab semuanya dipengaruhi oleh
faktor lingkungan dalam bentuk pengalaman yang diperoleh anak selama hidupnya.
Inteligensi hanya bersifat pembawaan. Pertumbuhan dan perkembangan anak
dipengaruhi oleh lingkungan, sebagai dua kekuatan yang tidak bisa dipisahkan.
Perbedaan individual dalam bidang
intelektual ini perlu diketahu dan dipahami guru, terutama dalam hubungannya
dengan penelompokan anak didik di kelas. Anak yang kurang cerdas jangan
dikelompokkan dengan anak yang kecerdasannya setingkat dengannya, tetapi perlu dimasukkan
ke dalam kelompok anak-anak yang cerdas. Dengan harapan agar anak yang kurang
cerdas itu terpacu untuk lebih kreatif, ikut terlibat langsung dengan motivasi
yang tinggi dalam bekerja sama dengan kawan-kawan yang sekelompok dengannya.
Kepentingan lainnya, agar guru dapat dengan mudah melakukan pendekatan dengan
anak didik untuk memberikan bimbingan tentang cara belajar yang baik.`
Faktor-faktor yang dapat memengaruhi
inteligensi sehingga terdapat perbedaan inteligensi seseorang dengan yang lain
ialah sebagai berikut:
- Pembawaan.
Pembawaan ditentukan oleh sifat-sifat dan ciri-ciri yang dibawa sejak
lahir. “Batas kesanggupan kita”, yakni dapat tidaknya memecahkan suatu
soal, pertama-tama ditentukan oleh pembawaan seseorang. Orang itu ada yang
pinta dan ada yang bodoh. Meskipun menerima latihan dan pelajaran yang
sama, perbedaan-perbedaan itu masih tetap ada.
- Kematangan. Tiap
organ dalam tubuh manusia mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Tiap
organ (fisik maupun psikis) dapat dikatakan telah matan g jika ia telah
mencapai kesanggupan menjalankan fungsinya masing-masing. Anak-anak tak
dapat memecahkan soal-soal tertentu karena soal-soal itu masih terlampau
sukar baginya. Organ-organ tubuhnya dan fungsi-fungsi jiwanya masih belum
matang untuk memecahkan soal itu. Kematangan berhubungan erat dengan usia.
- Pembentukan.
Pembentukan ialah segala keadan di luar diri seseorang yang memengaruhi
perkembangan inteligensi. Pembentukan dapat dibedakan antara pembentukan
sengaja (seperti yang dilakukan di sekolah-sekolah) dan pembentukan tidak
sengaja (pengaruh alam sekitar).
- Minat dan Pembawaan yang khas. Minat mengarahkan perbuatan kepada suatu tujuan dan
merupakan dorongan bagi perbuatan itu. Dalam diri manusia terdapat
dorongan-dorongan (motif-motif) yang mendorong manusia untuk berinteraksi
dengan dunia luar, diantaranya motif menggunakan dan menyelidiki dunia
luar (manipulate adn exploring motives). Dari manipulasi dan
eksplorasi yang dilakukan terhadap dunia luar itu, lama kelamaan timbullah
minat terhadap sesuatu. Sesuatu yang menarik minat seseorang akan
mendorongnya untuk berbuat lebih giat dan lebih baik.
- Kebebasan.
Dengan adanya kebebasan, manusia dapat memilih metode-metode tertentu
dalam memecahkan masalah-masalah. Manusia mempunyai kebebasan ini, minat
tidak selamanya menjadi syarat dalam perbuatan inteligensi.
Selain faktor tersebut saling
berkaitan satu sama lain. Untuk menentukan inteligen atau tidaknya seorang
anak, seseorang tidak dapat hanya berpedoman kepada salah satu faktor tersebut.
Inteligensi adalah faktor total. Keseluruhan pribadi turut serta menentukan
dalam perbuatan inteligensi seseorang.
Otak manusia merupakan struktur yang
sangat sempurna yang berbeda dengan makhluk lainnya. Fakta mengenai otak
manusia diantaranya: otak manusia bagaikan raksasa tidur yang dapat
mengoperasikan pikiran manusia yang tak terbatas; manusia memiliki tiga otak
dalam satu kepala yang masing-masing memiliki fungsi yang berbeda-beda; otak
manusia berhubungan dengan kecerdasan yang dimiliki oleh seseorang. Dan
kecerdasan manusia dapat berkembang sesuai dengan waktunya, sehingga manusia
memiliki banyak kemampuan.
Otak manusia selain memiliki tiga
bagaian otak yaitu otak reptil, otak mamalia dan neokorteks, otak manusia
terbagi lagi menjadi dua belahan atau hemisfer, yaitu hemisfer kiri dan
hemisfer kanan. Setiap hemisfer mempunyai fungsi yang berbeda, tetapi salaing
mendukung. Cara berpikir otak kiri dan otak kanan berbeda. Orang yang
memanfaatkan kedua belahan otak ini akan mengalami keseimbangan dalam kehidupan
mereka. Belajar terasa sangat mudah bagi mereka karena mereka mempunyai pilihan
untuk menggunakan bagian otak yang diperlukan dalam setiap pekerjaan yang
sedang dihadapi. Karena sebagian besar komunikasi diungkapkan dalam bentuk
verbal atu tertulis, yang keduanya merupakan spesialisasi oatak kiri,
bidang-bidang pendidikan, bisnis, dan sains cenderung berat ke otak kiri.
Selama ini orang beranggapan bahwa
otak kiri adalah otak yang bersifat logika, sedangkan otak kanan berkaitan erat
dengan kreativitas. Hasil penelitian terakhir membuktikan bahwa pandangan ini
salah. Otak kiri dapat menjadi otak yang kreatif. Hal ini dibuktikan dengan
hasil karya Dr. Edward De Bono yang mencetuskan Lateral Thinking
(berpikir lateral) pada tahun 1970. Dengan menggunakan metode yang diajarkan
oleh Dr.Edward De Bono, orang bisa menjadi sangat kreatif dengan menggunakan
otak kirinya. Penyelesaian masalah dengan menggunakan pendekatan atau metode
berurutan (sekuensial) dan dengan menggunakan otak kiri ternyata juga
memberikan solusi yang sama kreatifnya seperti bila menggunakan otak
kanan.
Faktor-faktor yang dapat
mempengaruhi inteligensi (kemampuan) sehingga terdapat perbedaan inteligensi
seseorang dengan yang lain ialah: Pembawaan, kematangan, pembentukan minat dan
pembawaan yang khas, dan kebebasan. Faktor-faktor tersebut saling berkaitan
satu sama lain.
Kami menyadari bahwa makalah ini
masih belum sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang
dapat memperbaiki makalah ini sehingga menjadi lebih baik.